Langsung ke konten utama

Ancur oleh: Iwan Fals

Namamu slalu kubisiki, dalam tidurku 
Dalam mimpiku, setiap malam
Hangat tubuhmu, melekat dikulitku
Beribu peluk beribu cium kita lalui 

Tapi kau kabur 
Dengan duda anak 3 pilihan ibumu 
Hatiku hancur 
Berserakan, berhamburan kayak jeroannya binatang 

Reff:
ya....... Sudahlah 
Kumenangis seadanya sekuat tenaga 
Ya... Sudah...lah... 
kau memang setan alas nggak punya perasaan 

Ancur......

Doaku diakad nikahmu 
Smoga siduda diracun orang 
Biar cepet mampus







download Iwan Fals - Ancur.mp3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lukisan Karya Affandi

Karya Lukisan sang Maestro Afandi yang berjudul "Potret Diri & Topeng-topeng Kehidupan" merupakan salah satu karya langka dan istimewa dari Afandi, diantara Karya-karya istimewa lainya, namun Lukisan ini memiliki nilai falsafah hidup yang dalam, dimana setiap individu Manusia yang ada di Dunia ini terlahir sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk ciptaan Tuhan yang lainya seperti Malaikat, Jin, Hewan, Dll. Dimana kesempurnaan Manusia itu sendiri adalah terwujud karena adanya kelemahan terbesar yang dimiliki Manusia yaitu hawa nafsu yang cenderung berbuat untuk mengingkari kodrat sebagai makhluk yang sempurna, dan seringkali hawa nafsu digoda oleh berbagai bisikan-bisikan setan yang menyesatkan. Disini perwujudan dari bisikan-bisikan setan itu dilukiskan Afandi seperti sesosok Topeng-topeng yang berperan sebagai tokoh kejahatan dalam cerita-cerita Jawa.  Dan Topeng itu sendiri cenderung bukan wajah asli dari diri Manusia...

Biografi Sunan Kalijaga

Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit, Ronggolawe. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Namun sebagai Muslim, ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. Karena tindakannya itu, Ayahnya kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk me...

Saat Saat Menyebalkan oleh: Tipe-X

Aku terpukul jatuh Saat kau mengajakku Dan saat kau kenalkan Ku pada pacar barumu Aku cuma terdiam Tak sanggup ku bertahan Karena dalam hatiku Masih ada kamu Back to * Reff 1: Aku sekuat hatiku Mencoba bertahan Mencoba melawan Dan harus kau tahu Yang kuingin saat ini Aku pergi Reff 2: Aku sekuat hatiku Tak boleh menangis Tak boleh bersedih Dan harus kau tahu Jika boleh jujur Ingin kupukul pacarmu Tidakkah kau rasakan Betapa sakitnya aku Meski ku laki yang jantan Aku punya perasaan Back to Reff 1, Reff 2