Langsung ke konten utama

27 Tahun, Slank Gelar Konser Akbar

Kapanlagi.com - Setelah sekian lama tidak menggelar konser tunggal, akhirnya grup band Slank bisa memuaskan fansnya. Terlebih acara ini hampir bertepatan dengan ulang tahun Slank, sehingga membuat para personel Slank menggelar sebuah acara yang sangat besar.
"Sebenarnya ini ajang silaturahmi dengan Slankers. Setelah beberapa tahun yang lalu banyak hambatan, sehingga nggak bisa gelar acara akbar," ujar Kaka saat dijumpai di preskon Konser 27 tahun Slank Anniversary, di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Rabu (8/12).
Pencabik bass, Ivanka mengatakan bahwa ini seakan menjadi ajang balas dendamSlank karena tahun lalu tidak bisa terlaksana terkait dengan perizinan.
"Mungkin, ini ultah Slank balas dendam. Karena tahun lalu nggak bisa terlaksana," paparIvanka yang diimbuhi oleh Bimbim bahwa acara ini terwujud karena belajar dari pengalaman tahun lalu yang selalu bertepatan dengan Natal dan Polisi sibuk menggelar Operasi Lilin. Untuk menyiasati itu Bimbim menggelar lebih awal dan nantinya akan ditayangkan di TV pada tanggal 26 Desember.
"Belajar pengalaman dari tahun lalu, kalo kita bikin tanggal 26 pas operasi lilin, nggak bakal diizinin. Makanya kita dah party duluan tanggal 11, jadi pas tanggal 26 udah ada di TV," urainya.
Kaka sangat bersyukur acara ini bisa mengantongi izin dan terlaksana. Dia menceritakan bahwa di tahun lalu dia menggelar acara kecil-kecilan di Potlot (markas Slank). "Akhirnya bisa terlaksana juga event yang terbesar, kalo tahun lalu kita bikin cuma kecil-kecilan doang di Potlot, sampai-sampai rumah tetangga hampir rubuh," pungkasnya sambil tertawa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lukisan Karya Affandi

Karya Lukisan sang Maestro Afandi yang berjudul "Potret Diri & Topeng-topeng Kehidupan" merupakan salah satu karya langka dan istimewa dari Afandi, diantara Karya-karya istimewa lainya, namun Lukisan ini memiliki nilai falsafah hidup yang dalam, dimana setiap individu Manusia yang ada di Dunia ini terlahir sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk ciptaan Tuhan yang lainya seperti Malaikat, Jin, Hewan, Dll. Dimana kesempurnaan Manusia itu sendiri adalah terwujud karena adanya kelemahan terbesar yang dimiliki Manusia yaitu hawa nafsu yang cenderung berbuat untuk mengingkari kodrat sebagai makhluk yang sempurna, dan seringkali hawa nafsu digoda oleh berbagai bisikan-bisikan setan yang menyesatkan. Disini perwujudan dari bisikan-bisikan setan itu dilukiskan Afandi seperti sesosok Topeng-topeng yang berperan sebagai tokoh kejahatan dalam cerita-cerita Jawa.  Dan Topeng itu sendiri cenderung bukan wajah asli dari diri Manusia

Budidaya Ternak Itik Petelur |

  A.  LATAR BELAKANG    Itik dikenal juga dengan istilah bebek dalam  ( bahasa jawa )  nenek moyangnnya berasal dari amerika utara merupakan itik liar.(anas mascha)atau mild malard. terus menerus di jinakkan oleh manusia hingga jadilah itik dan di pelihara sekarang yang disebut aras demesticus (ternak itik). Jenis bibit unggul yang diternakan khususnya di  I ndonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal,itik mojosari,itik bali,itik cu 2000-ina.  Itik yang akan  saya  pelihara atau budidayakan adalah  jeni itik yang dibudidayakan  secara intensif atau yang lebih dikenal dengan pemeliharaan di lahan kering atau dikandangkan yang akan memberi keuntungan diantara itik tidak lagi di gembalakan di sawah untuk mencari makan sendiri.  pakan dan minum di sediakan di dalam kandang air untuk berenang itik di sediakan sehingga itik hanya memanfaatkan energi untuk memproduksi telur. Telur menjadi pilihan karena merupakan sumber protein hewani yang gampang terjangkau oleh masyarakat

Biografi Sunan Kalijaga

Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit, Ronggolawe. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Namun sebagai Muslim, ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. Karena tindakannya itu, Ayahnya kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk me